Jumat, 23 November 2018

Cerita seorang pejalan kaki dari Yogyakarta



Artikel ini menceritakan seorang anak muda yang hobby nya jalan kaki. Kemana-mana jalan kaki, pokoknya kalo pergi sama dia, pasti ada jalan kakinya, entah itu cuma dekat atau jauh, entah itu ada angkot atau memang sengaja pilih jalan kaki, siap-siap kaki gempor. Atau kalau kita sudah capek, pasang muka sakit saja, nanti dia enggak akan tega ngajakin kita jalan kaki,.... he he he...
Namanya Andy Krisianto, kelahiran Surabaya, tapi tinggalnya berpindah-pindah. Menghabiskan masa kecil dan sekolah dasar di Surabaya dan Blitar, kemudian SMP nya di SMP N 1 Banyumas,  terus melanjutkan ke SMA Negeri I Purwokerto, dan kuliah di Yogyakarta Universitas Gadjah Mada jurusan Teknik Elektro.

Dia merupakan salah satu peserta rutin dari JIHW, Jogjakarta International Heritage Walk.  Acara ini merupakan kegiatan jalan kaki berskala internasional yang diadakan setiap 1 tahun sekali.  Indonesia merupakan satu-satunya negara ASEAN yang berhasil menjadi anggota Liga jalan kaki seluruh dunia,  keren ya.  Biasanya kegiatan ini dilakukan setiap bulan November lokasinya di sekitar Prambanan dan Imogiri, tetapi sejak 2018 rutenya berubah.  Enggak cuma jalan kaki aja yang diusung tapi juga menyentuh berbagai bidang seperti pariwisata,  perekonomian edukasi dan lain lain.

Selama keikutsertaannya di JIHW, dia  masuk 10 pejalan kaki tercepat untuk rute 20 km. Tak heran, pada bulan April 2018 kemarin, dia mewakili Indonesia sebagai pejalan kaki profesional di negara China. Kalau dipikir-pikir , aneh juga ya, hobby bisabisa mengantarkan orang ke luar negeri. 

Percaya deh, apapun yang dilakukan dengan kesungguhan dan menjadi passion pasti membawa kebaikan. Temukan passion diri kita, untuk menjalani kehidupan ini dengan hidup.

Yuk intip foto-foto nya:















Jalan - jalan ke negara China:















JIHW 2018:
















Tidak ada komentar:

Posting Komentar